ah cuma ingus dewasa (patak tak patak)
"tak perlu tertahan atau menangis"
lirik dari sebuah lagu terdengar miris jika di maknai terlalu dalam seketika itu juga terenyuh hati ke dalam nostalgia suram di lampau hari, sontakku tak kaget lagi akan semua hal yang pernah terjadi yang aku tau sekarang hanya menambah kerisauan untuk tetap mendengar bait per bait lagu, belajar dari sebuah kisah dan berusaha dari sebuah kata, kutulis semua yang beranjak keluar dari otak, kutata, dan ku susun rapi. pernah sesekali tak melakukan apa-apa yang kurasa semakin tidak berguna, siang ku lihat banyak anak kecil bersepedah ria menorehkan senyum ceria setelah pulang sekolah, yang ada di benak mereka mungkin hanya sekedar bersenda gurau riang tak mungkin ada di benak mereka bagaimana memanfaatkan waktu luang setelah mereka pulang dan berganti pakaian, mereka masih anak-anak dan itu masanya mereka, sekarang masaku pun sudah berbeda jauh dengan mereka masa dimana sosok yang berumur cukup untuk mengerti tentang semua hal yang harus diketahui oleh orang dewasa sosok yang harus mengerti apa yang seharusnya orang dewasa lakukan, di lain itu aku pun banyak tak tahu tentang bagaimana menjadi orang dewasa yang menurutku orang dewasa dituntut untuk memiliki kehidupan yang rumit kenapa harus begini kenapa harus begitu.
meraungnya diafragma (haus nafsu)
kuliah ? kerja? nganggur? (problema)
Awalnya biasa saja tapi lama-kelamaan akan terasa ngebosenin juga, bagaimana tidak ngebosenin kalo tiap hari hanya di bayang-bayangi dengan hal yang mungkin belum bisa anda mengerti, apakah itu soal pekerjaan atau kah persoalan tentang mata kuliah yang rata-rata dosennya tidak konsisten dalam memberi materi yang paling parah dosen pun jarang masuk memberikan materi yang bahaya dari semua itu adalah mahasiswa di harapkan bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen sedangkan mereka saja belum mengerti atau tidak sama sekali mengerti akan materi yang jarang di berikan oleh dosen.