Trilogy the World of Walker: All Falls Down (Pertikaian, bertahan dan menunggu jatuh)


What's the trick, I wish I knew. I'm so done with thinking through. All the things I could've been. And I know you wonder too, All it takes is that one look you do and I run right back to you u crossed the line & it's time to say f-u! What’s the point in saying that when u know how I’ll react U think u can just take it back but shit just don’t work like that you’re the drug that I’m addicted to And I want you so bad Guess I’m stuck with you and that’s that Cus when it all falls down, then whatever When it don’t work out for the better If we just ain’t right and it’s time to say goodbye when it all falls down, when it all falls down I’ll be fine I’ll be fine I’ll be fine You’re the drug that I’m addicted to And I want you so bad But I’ll be fine Why we fight, I don’t know We say what hurts the most Oh, I try staying cold, But you take it personal, All this firing shots, and making grounder It’s way too hard to cope But I still Can’t let You go All Falls Down, All Falls Down, All Falls Down, All Falls Down.
Apa triknya, yang ku harap ku tahu. Ku sudah selesai dengan memikirkan semua hal yang ku bisa. Dan ku tahu kau pun bertanya-tanya, Yang dibutuhkan adalah bahwa satu yang terlihat. Kau lakukan dan ku berlari kembali kepadamu, kau melewati garis & saatnya untuk mengatakan f**k U! Apa gunanya mengatakan, bahwa ketika kau tahu bagaimana ku akan bereaksi, menurutmu kau hanya bisa mengambilnya kembali, tapi sialnya tidak seperti itu. Kau adalah obat dan aku ketagihan. Dan ku sangat menginginkanmu. Tebak ku terjebak denganmu dan itulah yang menyebabkan dan ketika semuanya jatuh, maka apa pun itu. Ketika itu tidak berhasil menjadi lebih baik. Jika kita tidak benar dan sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal. Ketika semuanya jatuh, ketika semuanya jatuh. ku akan baik-baik saja, ku akan baik-baik saja, ku akan baik-baik saja. kau adalah obat dan ku kecanduan dan sangat menginginkanmu. Tapi ku akan baik-baik saja. Mengapa kita berkelahi, ku tidak tahu. apa yang paling menyakitkan Oh, ku mencoba tetap dingin, Tapi Kau menganggapnya urusan pribadi, Semua tembak-menembak ini, dan membuat lubang-lubang ini terlalu sulit untuk ditangani. Tapi ku masih tidak bisa membiarkan kau pergi. Semua terjatuh, terjatuh, terjatuh, terjatuh, terjatuh.
Lagu ini adalah bagian pertama dari trilogy the World of Walker dimana lagu ini mengisahkan tentang sebuah permasalahan dan pertikaian antara dua kubu. Salah satu kubu bertindak seolah yang paling tersakiti dan kubu satunya berperan sebagai kubu yang berkuasa. Pihak yang selalu merasa tersakiti dan kalah, namun tetap menganggap baik-baik saja karena percaya suatu saat nanti akan ada keajaiban saat semua terjatuh dan (aku) baik-baik saja. Bosan dengan berbagai pertikaian dan perselisihan yang ada, (Mencoba) untuk menunggu hari kejatuhan atau hari darkside dimana semua akan jatuh kedalam kegelapan dan akan tersadar dengan sendirinya.

Friday, 19 October 2018
Posted by Hery Amariansyah

Trilogy the World of Walker: Darkside (Sisi gelap, kepasrahan dan keterpurukan)


[verse - Tomine Harket]: We don't fall in love. We don't share stories. There is only something in your eyes. Do not be afraid. Shadows know me. Let's leave this world.
[Choir]: Take me all night. Fall to the dark side. We don't need light. We will live on the dark side I see it. Let's feel it. When we are young and fearless. Remove the light. Fall to the dark side. Fall to the dark side. Give it to the dark side. Remove the light. Fall to the dark side.
[verse 2 - Au / Ra]: Under the sky. Black like a diamond. We are running out of time. Don't wait for the truth. To come and blind us. Let's believe their lies.
[Pre-chorus - Au / Ra]: Believe me, I saw it. I know that. You can feel it. There are no secrets that are worth keeping. So, fool me like I dreamed.
[Choir]: Take me all night. Fall to the dark side. We don't need light. We will live on the dark side I see it. Let's feel it When we are young and fearless. Remove the light. Fall to the dark side. Fall to the dark side Give it to the dark side. Remove the light. Fall to the dark side.
[Choir]: Take me all night. Fall to the dark side. We don't need light. We will live on the dark side I see it. Let's feel it. When we are young and fearless. Remove the light. Fall to the dark side. Fall to the dark side. Give it to the dark side. Remove the light falling to the dark side.

[verse - Tomine Harket]: Kami tidak jatuh cinta. Kami tidak berbagi cerita. Hanya ada sesuatu di matamu. Jangan takut. Bayang-bayang mengenalku. Mari tinggalkan dunia ini.
[Paduan suara]: Bawa aku sepanjang malam. Jatuh ke sisi gelap. Kami tidak membutuhkan cahaya. Kami akan hidup di sisi gelap saya melihatnya. Mari kita rasakan. Saat kita masih muda dan tak kenal takut. Lepaskan cahaya. Jatuh ke sisi gelap. Jatuh ke sisi gelap. Berikan ke sisi gelap. Lepaskan cahaya. Jatuh ke sisi gelap.
[verse 2 - Au / Ra]: Di bawah langit. Hitam seperti berlian. Kami kehabisan waktu. Jangan menunggu kebenaran. Untuk datang dan membutakan kami. Mari kita percaya kebohongan mereka.
[Pre-chorus - Au / Ra]: Percayalah, saya melihatnya. Saya tahu bahwa. Anda bisa merasakan. Tidak ada rahasia yang layak dijaga. Jadi, bodohkan aku seperti aku bermimpi.
[Paduan suara]: Bawa aku sepanjang malam. Jatuh ke sisi gelap. Kami tidak membutuhkan cahaya. Kami akan hidup di sisi gelap saya melihatnya. Mari kita rasakan Saat kita masih muda dan tak kenal takut. Lepaskan cahaya. Jatuh ke sisi gelap. Jatuh ke sisi gelap Berikan ke sisi gelap. Lepaskan cahaya. Jatuh ke sisi gelap.
[Paduan suara]: Bawa aku sepanjang malam. Jatuh ke sisi gelap. Kami tidak membutuhkan cahaya. Kami akan hidup di sisi gelap saya melihatnya. Mari kita rasakan. Saat kita masih muda dan tak kenal takut. Lepaskan cahaya. Jatuh ke sisi gelap. Jatuh ke sisi gelap. Berikan ke sisi gelap. Lepaskan cahaya Jatuh ke sisi gelap.

Lagu ke dua dari trilogy the World of Walker ini menceritakan tentang keputusasaan dalam mencari kebenaran, mempercayai saja semua kebohongan yang diciptakan (Mereka). Dengan berbagai pernyataan bahwa mereka tidak sedang saling mencinta dan tidak saling berbagi cerita. Mereka dengan pasrah menyerahkan diri ke pada kegelapan dan keputusasaan. Mereka merasa sudah kehabisan waktu karena di waktu muda mereka lebih tidak pernah merasakan ketakutan yang seperti saat dewasa ini. Mereka lebih sering menemukan kebohongan dan keterpurukan dalam menghadapi suatu permasalahan. Berpasrah kepada kegelapan mereka merasa sudah tidak ada jalan keluar lagi selain kegelapan. Melepaskan cahaya dan mulai jatuh dalam kegelapan.


Posted by Hery Amariansyah

Trilogy the World of Walker: Diamond Heart (Berjuang, bertahan dan angan)


Hello sweet grief, I know you will be the death of me, feel like the morning after ecstasy. I am drowning in an endless sea, hello old friend, here’s the misery that knows no end so I am doing everything I can to make sure I never love again. I wish that I did not know where all broken lovers go. I wish that my heart was made of stone. Yeah if I was bulletproof I’d love you black and blue. If I was solid like a jewel. If I had a diamond heart, oh oh. I’d give you all my love If I was unbreakable. If I had a diamond heart, oh oh. You could shoot me with a gun of gold. 
If I was unbreakable. I’d walk straight through the bullet, bendin’ like a tulip, blue-eyed and foolish, never mind the bruises, into the fire breakin’, through the wires give you all I’ve got. If I had a diamond heart. I’d walk straight through the dagger, never break the pattern, diamonds don’t shatter, beautiful and battered, into the poison, cry you an ocean, give you all I’ve got. If I had a diamond heart goodbye, so long. I don’t know if this is right or wrong am I, giving up where I belong? ’cause every station is playing our song. goodbye my love, you are everything my dreams, are made of, you’ll be Prince and I’m the crying dove. If I only were unbreakable. I’d walk straight through the dagger never break the pattern diamonds don’t shatter beautiful and battered into the poison cry you an ocean give you all I’ve got If I had a diamond heart #WorldOfWalker
Halo kesedihan, manis. Ku tahu kau akan menjadi kematianku. Serasa pagi setelah ekstasi. Ku tenggelam di laut yang tak ada habisnya. Halo teman lama, di sini adalah penderitaan yang tidak mengenal akhir. Jadi, ku lakukan semua yang ku bisa untuk memastikan aku tidak pernah mencinta lagi. Ku berharap, aku tak tahu di mana semua kekasih yang hilang pergi. Ku berharap hatiku terbuat dari batu. Ya, jika aku antipeluru ku akan mencintaimu hitam dan biru. Jika ku padat seperti permata. Jika saya punya hati berlian, oh oh. Ku kan memberikan semua cintaku. Jika ku tidak bisa dipecahkan. Jika ku punya hati berlian, oh oh. kau bisa menembakku dengan pistol emas. 
Jika ku tidak bisa dipecahkan. Ku akan berjalan lurus melalui peluru, membungkuk seperti tulip, bermata biru dan bodoh, tidak masalah memar, masuk kedalam api, istirahat lewat kabel, memberimu semua yang ku miliki. Jika ku punya hati berlian. Ku akan berjalan lurus melalui belati, tidak akan merusak pola, berlian tidak pecah, cantik dan babak belur, mausukkan ke dalam racun, menangisimu lautan. Memberimu semua yang aku miliki. Jika ku punya hati berlian. Selamat tinggal, sangat lama. Ku tak tahu apakah ini benar atau salah, apakah saya menyerah di tempat saya berada? Karena setiap stasiun memainkan lagu kita. Selamat tinggal cintaku, kau adalah segalanya, impianku terbuat. Kau akan menjadi Pangeran dan ku merpati yang menangis. Jika saja saya tidak bisa dihancurkan. Saya akan berjalan lurus melalui belati tidak pernah merusak pola berlian tidak pecah cantik dan babak belur ke dalam racun menangis kamu lautan memberi Anda semua yang saya miliki Jika saya punya hati berlian #WorldOfWalker
Lirik yang begitu penuh makna, tentang kelelahan seseorang dalam memuja dan mendamba. Di setiap langkahnya dia berharap untuk mempunyai hati yang sekuat dan sekeras berlian, melupakan masalalu dan membiarkan hal yang telah lalu pergi tanpa diingat kembali. Tidak perduli seberapa keras dia menginginkan hati yang kuat, dia masihlah penikmat kesedihan yang selalu dirasa manis dan ketangguhan hanyalah angan-angannya. Jika ku punya hati sepadat berlian pasti akan ku cintai kau dengan hitam dan biru. Kau bisa melukaiku tapi tak akan bisa menggoresku. Karena hati ini sudah terlatih dengan tumpuan, hantaman dan kegigihan. Kesedihan manis akan menjadi bagian dari kematiannya.

Monday, 15 October 2018
Posted by Hery Amariansyah

Kreatif Komunikasi Dalam Media Sosial

Masyarakat pada saat ini pasti tidaklah asing dengan istilah komunikasi, dengan berkomunikasi kita bisa membangun sebuah jaringan sosial yang luas dan beragam baik dengan individu satu ataupun individu lainnya. Komunikasi berperan penting dalam kehidupan sosial terlebih pada era yang serba digital. Berbagi informasi merupakan salah satu tujuan dari kita dalam berkomunikasi, masyarakat dihadapkan dengan banyak pilihan untuk berkomunikasi entah melalui media audio visual atau dengan jaringan nirkabel yang biasa disebut dengan internet.
Pilihan yang beragam inilah yang menuntut masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan media komunikasi berdasarkan manfaat dan tujuannya. Ada yang menggunakan media seperti facebook, twitter, instagram dan masih banyak media lainnya untuk menjadi sarana dalam menyampaikan sebuah pesan dan tentunya dengan beragam latar belakang yang berbeda. Fungsi dari bermacam media sosial juga mempengaruhi motif penggunaannya dalam penyebaran informasi.
Bukan menjadi hal yang aneh jika satu individu memiliki lebih dari satu akun dalam suatu media sosial. Biasanya mereka membuat banyak akun untuk berbagai kepentingan, misalnya akun pribadi, bisnis, promosi dan akun-akun lainnya dengan satu orang pemilik yang sama. Media beragam, akun pun beragam hal inilah yang membuat nilai dari sebuah identitas real akan mulai pudar dan akan tergantikan oleh identitas di dunia maya. Tanpa melihat siapa pemilik akun sebenarnya kadang seseorang cenderung langsung mempercayai sebuah akun dimedia sosial layaknya mempercayai bahwa akun tersebut adalah akun yang sebenarnya.
Hal diataslah yang melatarbelakangi terjadinya sebuah fenomena yang akhir-akhir ini sedang hangat diperbincangkan. Topik hoax dan akun palsu, ya banyaknya hoax dan akun-akun palsu bertebaran di media sosial. Perkembangan hoax dan akun-akun palsu hampir tak terkendali menyebarkan berbagai informasi yang entah itu untuk sebuah informasi atau lebih dari sekedar membagikan informasi (menghasut, membujuk, menjatuhkan dan lain sebagainya) itu akan berdampak negatif bagi publik lain yang memiliki tingkat literasi rendah.
Sebagai pemilik akun di media sosial sudah seharusnya kita belajar dari pengalaman tersebut dengan menjadi pengguna media sosial yang beretika dan tetap bijak dalam menyaring informasi yang bertebaran di media sosial. Definisi untuk bertindak kreatif dalam berkomunikasi di media sosial  juga sangatlah luas, yang pada intinya kita dituntut untuk bijak dalam memilah dan memilih sebuah informasi sehingga kita tak akan mudah membagikan informasi yang belum valid kebenarannya.
Berulang kali berfikir tentang manfaat membagikan informasi yang akan kita bagikan, membuat kita belajar menahan sebuah resiko negatif untuk membagikan informasi yang salah. Ketika kita mendapat sebuah informasi sudah seharusnya kita melakukan penelaahan untuk kelayakan informasi tersebut dengan cara mencari alternatif informasi yang lain, sehingga sebelum kita membagikan sebuah informasi kita akan tahu seberapa manfaat informasi tersebut bagi publik.
Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam melakukan penyaringan informasi salah satunya  dengan cara membaca berbagai literasi yang tersedia baik online atau offline. Tentunya tanpa melupakan berbagai media yang tidak tersedia di internet. Membaca buku, koran, majalah dan referensi offline lainnya bisa menambah wawasan kita tentang bagaimana menyikapi sebuah informasi.  
Setidaknya user bisa menggunakan akunnya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi pengguna media sosial yang lain. Mengisi konten media sosial yang mendidik serta tidak rancu merupakan salah satu tindakan yang bijaksana dalam bermedia sosial. Tidak sedikit pula pengguna akun media sosial yang salah menempatkan ruang privasi dengan ruang publik. Meskipun hanya sekedar membagikan informasi tentang pribadinya sendiri itu merupakan hal yang kurang pantas ketika dibagikan dalam lingkup media sosial. Hal ini dikarenakan media sosial bukan hanya tempat keluarga atau kerabat dekat kita melainkan media sosial adalah jaringan terluas dalam bersosial (berhubungan dalam komunikasi).
Untuk itu sebaiknya kita berfikir ulang tentang bagaimana bertindak kreatif di dalam media sosial tanpa mencederai diri sendiri atau orang lain atas informasi yang tersedia dalam media sosial. Kita akan bertindak layaknya pengguna media sosial yang menghargai media sosial bukan hanya milik kita akan membuat kita berhati-hati dan memikirkan bagaimana untuk kreatif berkomunikasi dengan pengguna lain melalui media sosial.
Wednesday, 22 March 2017
Posted by Hery Amariansyah

Skandal PBB dengan Beberapa Ayam

Gatel, rasanya tangan ini pengen ngetik tapi kok ya susah diajak kompromi. Kali ini punya topik yang agak slengekan. Biasa lah layaknya mahasiswa yang baru lolos dari jerat intimidasi nilai. kwkwkwkwk. Mau ngoceh apapun kan gak masalah. Wong udah mau lulus kok. Masalah intimidasi ya, lagi lagi mahasiswa ketakutan untuk punya nilai jelek dari dosennya. Terutama hal ini sangat mengganggu saat saya pun masih berstatus mahasiswa. Mau protes kok ya takut, sungkan atau apalah yang gak guna.

Sementara kalo dipikir-pikir lagi ngapain juga harus bersikap seperti itu. Toh tuhan loh ndak punya status sebagai dosen killer. Hahain aja, karena yang ada itu dosen killer yang ngaku-ngaku tuhan. Layaknya menawarkan surga atau neraka nilai ia sulap seperti layaknya ganjaran surga dan neraka. Apaan coba emang lu tuh siapa? Orang tua gue? atau Calon mertua gue? Pikir-pikir lagi kenapa? Gak semua ayam bisa lu bikin berkokok kwkwkwk. Apalagi ayam seleramu. Indomie?

Berapa ayam yang sudah lu bodoin? Banyak. Ya alhamdulillah gue bukan ayam betina. Jadi lu gak mungkin tusbol gua, kecuali lo homo tingkat akhir. Dari inisial A-Z pernah lu cobain kan? Tapi ya sayangnya lagi-lagi ndak semua abjad mau lo tawarin Surga atau Neraka yang lu buat. Udah ah males gua nulis kayak gini, cukup aja ah buat rekam jejak. Setidaknya punya historis yang kuat dalam ingatan semua ayam-ayam yang pernah lu coba cicipin dan punya anak ayam lalu lo tinggalin demi ayam yang lain. Salam Reject Respect dari Gue.
Monday, 13 March 2017
Posted by Hery Amariansyah

Berlangganan Sinyal FX?

JustForex

Followers

Popular Post

- Copyright &SHIE; artorlife -Diberdayakan- Powered by Blogger - Designed by SHIE -